Sang Penengada Tangan
Sengatan matahari tak kau hiraukan
Polusi udara juga tak kau pedulikan
Hingga kau bermandikan keringat
Kulit yang kian keriput
Punggung juga semakin membungkuk
Dengan tertatih kau berjalan
Tak kenal lelah kau menengadakan tangan
Seribu,,,,,
Tujuh ratus,,,,,
Bahkan seratus rupiah
Berjatuhan di atas tanganmu
Perjuangan hanya untuk sebungkus nasi
Sedang di rumah nasi tercecer dengan sia
Syukur apa yang kita punya?
Jika hanya memandang dalam diri
Tak peduli dengan kondisi luar.

22.30
khumairoh




0 komentar:
Posting Komentar