Minggu, 21 Agustus 2016

innerbeauty,.😊

Slalu tampil cantik dan menarik adalah ciri dari stiap wanita,. Namun tampil cantik itu relatif bagi yg memandang.
Sebenarnyaa makna cantik sendiri itu apa sehh?? Apakah harus pakai make up tebel, lipstik.an yg merah merona?
Itu mah cantik luarnya saja, cantik yang benar dlam Islam itu cantik sifatnya, sikapnya,tabiatnya, kebaikan hati dan akhlak yg dia punyai. Kalau cantik fisiknya saja itu nanti akan hilang seiring waktu dan usia yg smakin mnua.. 😂. Jadi kalian yg mrasa wanita jngan takut klihat tidak cantik, cukup benahi atau prbaiki sifat kita, dg bgitu fisik kita akan trlihat cantik juga,. Percuma kan kalau punya wjah cantik, tpi klakuan, sifat, dll masih buruk, itu malah justru mnutupi kcantikan fisik yg dia punya.. Smangat cantik yaaa.. 👸☺

etika bicara yg benar.,😊

Saat ini memang banyak orang yg mengabaikan etika brbicara terhadap orang lain,.
Emang gimana etika yg bner?? Nah, salah satunya yaitu kita harus berfikir dulu sebelum mengajak ataupun menanggapi pembicaraan dg orang lain. Banyak orang yg mengabaikan akan hal tsb, pdahal hal tsb sangatlah penting.
Biasanya orang asal saja kalau mau bicara, mengabaikan apa yg ia bicarakan, hingga tak sadar bhwa omongannya tsb tlah menyinggung atau mnyakiti hati si lawan pmbicara,. Oleh krna itu mulai dri skarang kita atur sblum bicara sma orang lain, ngomong yg sopan, ngomong yg baik,.
Krna karakter stiap orang berbeda beda, salah satunya mudah tersinggungan.
Tidak ada orang yg mau d sakiti, so jngan menyakiti orang lain dg ucapan atau omongan kita ya friends.. 😊

Kamis, 30 Juli 2015



Puncak sejati merupakan puncak dari gunung raung yang memiliki ketinggian 3.330 MDPL. Untuk menuju gunung raung ada dua jalur yang harus dilalui. Jalur utara, yakni jalur yang lewat Bondowoso dan jalur selatan yang lewat Kalibaru. Untuk yang lewat jalur utara, hanya sampai di puncak bayangannya saja, tidak sampai pada puncak sejati raungnya. Tapi kalau lewat jalur selatan akan bisa menuju puncak sejati raung dengan melewati 3 puncak, yakni puncak bendera, puncak 17 Agustus, dan puncak tusuk gigi. Kami dari perwakilan dari MAPALSA yaitu Khumairoh Halimatus sya’dia (Slitit) dan Aswar Tahir (Keplek) telah memilih gunung raung via Kalibaru sebagai tempat Dikjut (Diklat Lanjutan) XXII Mapalsa. Kami berangkat ke sana didampingi oleh Imam Bushori (Bolding) dan Zulfadli (Sincan).
Kita berencana berangkat ke sana mulai dari tanggal 9 sampai 13 Juni 2015. Pada pukul 08.00 sampai pada pukul 14.00 kita mulai persiapan pemberangkatan, mulai dari packing sampai melengkapi perlengkapan yang belum lengkap. Akan tetapi sampai pukul 16.00 baru selesai packingnya. Setelah itu kita makan bersama di sekretariat mapalsa bersama para senior. Selesai makan, langsung kita mulai upacara pemberangkatan pada pukul 17.00. Upacara pemberangkatan tersebut selain berisi sambutan-sambutan juga ada penyematan anggota AM (Anggota Muda) dari ALD (Anggota Lulus Diklat) oleh senior mapalsa terhadap angkatan 2013. Cak Cecep menyematkan scraft merah kepada pumeto, cak Toni terhadap Purel, cak Jemblung terhadap saya (Slitit), dan cak Gembel terhadap Keplek.
Upacara  pemberangkatan selesai pada pukul 17.40.  Kemudian kita jalan kaki ke depan kampus untuk menunggu angkot warna kuning untuk menuju ke Bungurasih, akhirnya angkotpun tiba pada pukul 18.20. Setelah tiba di Bungurasih, kita langsung mencari bus jurusan Jember, karena kita akan singgah dahulu di Mahapala D III Fakultas Ekonomi Universitas Jember. Kami berangkat dari kampus tiga orang, yaitu cak Bolding, Keplek dan saya. Akan tetapi kita membawa carier 4, dan itupun sangat berat sekali. Sebenarnya kami sangat mengharap ada orang dari Mahapala yang mau mengantarkan kami ke puncak raung, karena dari kita tidak ada yang pernah yang muncak ke sana.
 Sepanjang perjalanan terkadang saya (slitit) mengantuk, sampai-sampai tidak sadar terkadang tidur di bahunya orang yang duduk di sebelah saya. Ketika sampai di kota Lumajang, tiba-tiba saya tersadar dari ngantuk saya, karena ada keributan di dalam bus. Ternyata keributan tersebut terjadi antara pencopet dengan penumpang yang saling todong menodong, saling menghantam. Semua penumpang dalam bus merasa agak panik melihat kejadian tersebut, sehingga saya langsung memegang tangannya cak Bolding. Semula tidak ada yang melerai dari perkelahian tersebut, jangankan penumpang yang melerai, si kondekturpun agak takut saat melerai mereka. Tapi alhamdulilah akhirnya sang pencopetpun turun duluan di tengah perjalanan.
Pukul 00.10 kami tiba di salah satu pom bensin di Jember. Sambil menunggu jemputan, dan menghilangkan rasa panik yang terjadi dalam bus tadi, kita memesan bakso dan teh hangat dulu. Kemudian pukul 00.30 anak Mahapala menyusul kita untuk di bawa ke sekret mereka untuk istirahat. Sebelum istirahat, kita makan nasi bersama yang dihidangkan oleh anak Mahapala. Kemudian tak lama lagi cak Shincan menyusul kita untuk ikut menemani ke gunung raung.

 Untuk sementara itu dahulu ceritanya, besok aq share lagi,.

Sabtu, 24 Maret 2012

Bahayanya Anak Terpapar Asap Rokok

Ghiboo.com - Amat penting untuk menjauhkan anak dari paparan asap rokok. Dan amat bijaksana bila orangtua yang merokok mengerti hal tersebut dengan menjauh dari anak saat akan merokok.
Penelitian terbaru dari Norwegia menemukan bahaya yang mengancam bagi para perokok pasif, terutama anak-anak.
Anak yang terpapar asap rokok memiliki risiko dua kali lipat mengembangkan penyakit paru-paru obstruktif kronik (POKK) kelak saat mereka beranjak dewasa dibandingkan perokok pasif dewasa.
Penyakit paru-paru obstruksi kronik merupakan klasifikasi luas dari gangguan yang mencakup bronkitis kronik, bronkitis, emfisema dan asma.
Temuan yang dipublikasikan dalam journal Respirology ini merupakan hasil penelitian dari Haukeland University Hospital di Bergen, Norwegia terhadap 433 pasien dewasa pengidap PPOK dan 325 pasien dewasa sehat untuk menilai faktor risiko untuk kondisi yang menyebabkan kesulitan bernafas dan tumbuh lebih buruk dari waktu ke waktu.
Peneliti menemukan wanita yang sering terpapar asap rokok ketika masih kecil memiliki risiko 1,9 kali lebih besar terkena penyakit paru-paru. Sedangkan, pria yang sering terpapar asap rokok ketika masih kecil memiliki risiko 1,5-1,7 kali lipat lebih besar dari pada mereka yang tidak terkena paparan asap rokok.
"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa risiko jangka panjang terkena PPOK dapat dikurangi dengan menjauhkan anak dari paparan asap rokok," papar peneliti Ane Johannessen dilansir melalui Everydayhealth, Selasa (20/3).
Memang benar jika asap rokok bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya PPOK, sebab polusi udara dan faktor genetika juga memainkan peran. Namun menurut peneliti, asap rokok menjadi faktor terkuat timbulnya gangguan pada paru-paru.

Rabu, 07 Maret 2012

Ujian Praktek Bhs. Jepang


Nama- Nama Kota di Jepang

no
Nama kota
Hiragana
romanji
1.
Aichi

あいち
A ichi
2.
Akita
秋田市
Akita-shi
3.
青森市
Aomori-shi
4.
fukui
福井大
Fukuidai
5.
Fukushima
福島県
Fukushimaken
6.
Gunma
群馬県
Gunma ken
7.
Chiba
マリファナ
Marifana
8.
Gifu
岐阜県
Gifu ken
9.
Hyōgo
兵庫県
Hyōgo ken
10.
Hokkaido
北海道
Hokkaidō
11.
Ibaraki
茨城県
Ibaragiken
12.
Iwate

岩手県
Iwate ken
13.
kofu
甲府市
Kōfu-shi
14.
kanazawa
金沢市
Kanazawa-shi
15.
kagoshima
鹿児島県
Kagoshima ken
16.
kyoto
Kyō

17.
Kumamoto
熊本県
Kumamoto ken
18.
kobe
神戸市
Kobeshi
19.
kitakyushu
北九州市
Kitakyūshū-shi
20.
kochi    
コーチン
Kōchin
21.
Matsuyama
松山市
Matsuyama-shi
22.
Nagano               
長野の
Nagano no
23.
Nagoya
ナゴヤ
Nagoya
24.
Nagasaki
長崎
Nagasaki
25.
Hiroshima
広島
Hiroshima
26.
niseko 
ニセコ
Niseko
27.
Nara
ナラ
Nara
28.
Niigata
新潟県
Nīgata ken
29.
Morioka
盛岡
Morioka
30.
Tokyo   
東京
Tōkyō
31.
Osaka
大阪
Ōsaka
32.
Izu
伊豆
Izu
33.
Okinawa
沖縄
Okinawa
34.
gifu
岐阜
gifu
35.
Okayama
岡山
Okayama
36.
shimane
島根
shimane             
37.
Yamanashi
山梨県
Yamanashi ken

Selasa, 06 Maret 2012

Ujian Praktek Seni

               SENI GRAFIS
Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan , secara teknis disebut dengan matrix. Matrix yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, pada masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas.
Gunung Fuji, dari Tiga puluh Enam Pemandangan Gunung Fuji), cukilan kayu berwarna karya Katsushika Hokusai

Media

Seniman grafis berkarya menggunakan berbagai macam media dari yang tradisional sampai kontemporer, termasuk tinta ber-basis air, cat air, tinta ber-basis minyak, pastel minyak, dan pigmen padat yang larut dalam air seperti crayon Caran D'Ache. Karya seni grafis diciptakan di atas permukaan yang disebut dengan plat. Teknik dengan menggunakan metode digital menjadi semakin populer saat ini. Permukaan atau matrix yang dipakai dalam menciptakan karya grafis meliputi papan kayu, plat logam, lembaran kaca akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi. Teknik lain yang disebut dengan serigrafi atau cetak saring (screen-printing) menggunakan lembaran kain berpori yang direntangkan pada sebuah kerangka, disebut dengan screen. Cetakan kecil bahkan bisa dibuat dengan menggunakan permukaan kentang atau ketela.

 Warna

Pembuat karya grafis memberi warna pada cetakan mereka dengan banyak cara. Seringkali pewarnaannya -- dalam etsa, cetak saring, cukil kayu serta linocut -- diterapkan dengan menggunakan plat, papan atau screen yang terpisah atau dengan menggunakan pendekatan reduksionis. Dalam teknik pewarnaan multi-plat, terdapat sejumlah plat, screen atau papan, yang masing-masing menghasilkan warna yang berbeda. Tiap plat, screen atau papan yang terpisah akan diberi tinta dengan warna berbeda kemudian diterapkan pada tahap tertentu untuk menghasilkan keseluruhan gambar. Rata-rata digunakan 3 sampai 4 plat, tapi adakalanya seorang seniman grafis menggunakan sampai dengan tujuh plat. Tiap penerapan warna akan berinteraksi dengan warna lain yang telah diterapkan pada kertas, jadi sebelumnya perlu dipikirkan pemisahan warna. Biasanya warna yang paling terang diterapkan lebih dulu kemudian ke warna yang lebih gelap.
Pendekatan reduksionis untuk menghasilkan warna dimulai dengan papan kayu atau lino yang kosong atau dengan goresan sederhana. Kemudian seniman mencukilnya lebih lanjut, memberi warna lain dan mencetaknya lagi. Bagian lino atau kayu yang dicukil akan mengekspos (tidak menimpa) warna yang telah tercetak sebelumnya.
Pada teknik grafis seperti chine-collé atau monotype, pegrafis kadang-kadang hanya mengecat warna seperti pelukis kemudian dicetak.
Konsep warna subtraktif yang juga digunakan dalam cetak offset atau cetak digital, di dalam software vektorial misalnya Macromedia Freehand, CorelDraw atau Adobe Ilustrator atau bitmap ditampilkan dalam CMYK atau ruang warna lain.

Teknik

Tinjauan Umum

Teknik seni grafis dapat dibagi dalam kategori dasar sebagai berikut:
  • planografi di mana matrix permukaannya tetap, hanya mendapat perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk menciptakan image/gambar. teknik ini meliputi: litografi, monotype dan teknik digital
Teknik lain dalam seni grafis yang tidak temasuk dalam kelompok ini adalah 'kolografi' (teknik cetak menggunakan kolase), proses digital termasuk giclée, medium fotografi serta kombinasi proses digital dan konvensional.
Kebanyakan dari teknik di atas bisa juga dikombinasikan, khususnya yang berada dalam kategori sama. Misalnya, karya cetak Rembrandt biasanya secara mudah disebut dengan "etsa", tapi seringkali dipakai juga teknik engraving dan drypoint, dan bahkan kadang-kadang tidak ada etsa-nya sama sekali.

 Cukil Kayu

Cukil kayu , adalah salah satu teknik cetak relief, merupakan teknik seni grafis paling awal, dan merupakan satu-satunya yang dipakai secara tradisional di Asia Timur. Kemungkinan pertama kali dikembangkan sebagai alat untuk menciptakan pola cetak pada kain, dan pada abad ke-5 dipakai di Tiongkok untuk mencetak teks dan gambar pada kertas. Teknik cukil kayu di atas kertas dikembangkan sekitar tahun 1400 di Eropa, dan beberapa waktu kemudian di Jepang. Di dua tempat ini, teknik cukil kayu banyak digunakan untuk proses membuat gambar tanpa teks.
Seniman membuat skets terlebih dulu pada sebidang papan kayu, atau di kertas yang kemudian ditransfer ke papan kayu. Tradisionalnya, seniman kemudian menyerahkan rancangannya ke ahli cukil khusus, yang menggunakan peralatan tajam untuk mencukil bagian papan yang tidak akan terkena tinta. Bagian permukaan tinggi dari papan kemudian diberi tinta dengan menggunakan roller, lalu lembaran kertas, yang mungkin sedikit lembap, ditaruh di bawah papan. Kemudian papan digosok dengan baren (alat yang digunakan di Jepang) atau sendok, atau melalui alat press. Jika memakai beberapa warna, papan yang terpisah dipakai untuk tiap warna.
Seniman yang menggunakan teknik ini: Albrecht Dürer, Werner Drewes, Hiroshige, Hokusai.

"Melancholia I", engraving karya Albrecht Dürer, salah seorang seniman grafis.

 Engraving

Proses ini dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1430 dari engraving (ukiran halus) yang digunakan oleh para tukang emas untuk mendekorasi karya mereka. penggunaan alat yang disebut dengan burin merupakan ketrampilan yang rumit.
Pembuat engraving memakai alat dari logam yang diperkeras yang disebut dengan burin untuk mengukir desain ke permukaan logam, tradisionalnya memakai plat tembaga. Alat ukir tersebut memiliki bermacam-macam bentuk dan ukuran menghasilkan jenis garis yang berbeda-beda.
Seluruh permukaan plat diberi tinta, kemudian tinta dibersihkan dari permukaan, yang tertinggal hanya tinta yang berada di garis yang diukir. Kemudian plat ditaruh pada alat press bertekanan tinggi bersama dengan lembaran kertas (seringkali dibasahi untuk melunakkan). Kertas kemudian mengambil tinta dari garis engraving (bagian yang diukir), menghasilkan karya cetak.

[Etsa

"Tidurnya Pikiran menciptakan monster-monster" etsa dan aquatint karya Francisco Goya
Etsa adalah bagian dari kelompok teknik intaglio bersama dengan engraving, drypoint, mezzotint dan aquatint. Proses ini diyakini bahwa penemunya adalah Daniel Hopfer (sekitar 1470-1536) dari Augsburg, Jerman, yang mendekorasi baju besinya dengan teknik ini. Etsa kemudian menjadi tandingan engraving sebagai medium seni grafis yang populer. Kelebihannya adalah, tidak seperti engraving yang memerlukan ketrampilan khusus dalam pertukangan logam, etsa relatif mudah dipelajari oleh seniman yang terbiasa menggambar.
Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan seringkali memiliki detail dan kontur halus. Garis bervariasi dari halus sampai kasar. Teknik etsa berlawanan dengan teknik cukil kayu, pada etsa bagian permukaan tinggi bebas tinta, bagian permukaan rendah menahan tinta. Mula-mula selembar plat logam (biasanya tembaga, seng atau baja) ditutup dengan lapisan semacam lilin. Kemudian seniman menggores lapisan tersebut dengan jarum etsa yang runcing, sehingga bagian logamnya terbuka. Plat tersebut lalu dicelupkan dalam larutan asam atau larutan asam disapukan di atasnya. Asam akan mengikis bagian plat yang digores (bagian logam yang terbuka/tak terlapisi). Setelah itu, lapisan yang tersisa dibersihkan dari plat, dan proses pencetakan selanjutnya sama dengan proses pada engraving.
Tiga Salib, etsa karya Rembrandt

Mezzotint

Salah satu cara lain dalam teknik intaglio di mana plat logam terlebih dahulu dibuat kasar permukaannya secara merata; gambar dihasilkan dengan mengerok halus permukaan, menciptakan gambar yang dibuat dari gelap ke terang. Mungkin juga menciptakan gambar hanya dengan mengkasarkan bagian tertentu saja, bekerja dari warna terang ke gelap.
Mezzotint dikenal karena kualitas tone-nya yang kaya: pertama, karena permukaan yang dikasarkan secara merata menahan banyak tinta, menghasilkan warna cetak yang solid; kedua, karena proses penghalusan tekstur dengan menggunakan burin, atau alat lain menghasilkan gradasi halus untuk mengembangkan tone.
Metode mezzotint ditemukan oleh Ludwig von Siegen (1609-1680). Proses ini dipakai secara luas di Inggris mulai pertengahan abad delapanbelas, untuk mereproduksi foto dan lukisan.

Aquatint

Adalah variasi dari etsa. Seperti etsa, aquatint menggunakan asam untuk membuat gambar cetakan pada plat logam. Pada teknik etsa digunakan jarum untuk menciptakan garis yang akan menjadi warna tinta pekat, aquatint menggunakan serbuk resin yang tahan asam untuk menciptakan efek tonal.
Kebanyakan karya-karya grafis Goya menggunakan teknik aquatint.

Drypoint

Merupakan variasi dari engraving, dikerjakan dengan alat runcing, bukan dengan alat burin berbentuk "v". Sementara garis pada engraving sangat halus dan bertepi tajam, goresan drypoint meninggalkan kesan kasar pada tepi garis. Kesan ini memberi ciri kualitas garis yang lunak, dan kadang-kadang berkesan kabur, pada drypoint. Karena tekanan alat press dengan cepat merusak kesan tersebut, drypoint hanya berguna untuk jumlah edisi yang sangat kecil; sekitar sepuluh sampai duapuluh karya. Untuk mengatasi ini, penggunaan electro-plating (pelapisan secara elektrik dengan bahan logam lain) telah dilakukan sejak abad sembilanbelas untuk mengeraskan permukaan plat.
Teknik ini kelihatannya ditemukan oleh seorang seniman Jerman selatan abad limabelas yang memiliki julukan Housebook Master, di mana semua karya-karyanya menggunakan drypoint. Di antara seniman old master print yang menggunakan teknik ini: Albrecht Dürer memproduksi 3 karya drypoint sebelum akhirnya berhenti menggunakannya; Rembrandt sering menggunakannya, tapi biasanya digabungkan etsa dan engraving.

Litografi

La Goulue, Poster litografi karya Toulouse-Lautrec.
Litografi adalah teknik yang ditemukan pada tahun 1798 oleh Alois Senefelder dan didasari pada sifat kimiawi minyak dan air yang tak bisa bercampur. Digunakan permukaan berpori, biasanya sejenis batu yang disebut limestone/batu kapur; gambar dibuat pada permukaan batu dengan medium berminyak. Kemudian dilakukan pengasaman , untuk mentransfer minyak ke batu, sehingga gambar 'terbakar' pada permukaan. Lalu dilapisi gum arab, bahan yang larut air, menutupi permukaan batu yang tidak tertutupi medium gambar (yang berbasis minyak). Batu lantas dibasahi, air akan berada pada bagian permukaan yang tidak tertutup medium gambar berbasis minyak tadi; selanjutnya batu di-roll dengan tinta berbasis minyak ke seluruh permukaan; karena air menolak sifat minyak pada tinta maka tinta hanya menempel pada bagian gambar yang berminyak. Kemudian selembar kertas lembap diletakkan pada permukaan, image/gambar ditransfer ke kertas dengan menggunakan alat press. Teknik litografi dikenal dengan kemampuannya menangkap gradasi halus dan detail yang sangat kecil.
Variasi dari teknik ini adalah foto-litografi, di mana gambar ditangkap lewat proses fotografis pada plat logam; kemudian pencetakan dilakukan dengan cara yang sama.

Cetak Saring

Cetak saring dikenal juga dengan sablon atau serigrafi menciptakan warna padat dengan menggunakan teknik stensil. Mula-mula seniman menggambar berkas pada selembar kertas atau plastik (kadang-kadang dipakai juga film.) Gambar kemudian dilubangi untuk menciptakan stensil. (Bagian yang berlubang adalah bagian yang akan diwarnai.) Sebuah screen dibuat dari selembar kain (asalnya dulu menggunakan sutra) yang direntangkan pada rangka kayu. Selanjutnya stensil ditempelkan pada screen. Kemudian screen diletakkan di atas kertas kering atau kain. Tinta dituangkan di sisi dalam screen. Sebuah rakel dari karet digunakan untuk meratakan tinta melintasi screen, di atas stensil, dan menuju ke kertas atau kain. Screen diangkat ketika gambar sudah ditransfer ke kertas/kain. Tiap warna memerlukan stensil yang terpisah. Screen bisa dipakai lagi setelah dibersihkan.

Cetak Digital

Cetak digital merujuk pada image/citra yang diciptakan dengan komputer menggunakan gambar, teknik cetak lain, foto, light pen serta tablet, dan sebagainya. Citra tersebut bisa dicetak pada bahan yang bervariasi termasuk pada kertas, kain atau kanvas plastik. Reproduksi warna yang akurat merupakan kunci yang membedakan antara digital print berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah. Warna metalik (emas, perak) sulit untuk direproduksi secara akurat karena akan memantul-balikkan sinar pada scanner digital. Cetak digital berkualitas tinggi biasanya direproduksi dengan menggunakan file data ber-resolusi sangat tinggi dengan printer ber-presisi tinggi.
Cetak digital bisa dicetak pada kertas printer desktop standar dan kemudian ditransfer ke art paper tradisional (misalnya, Velin Arch atau Stonehenge 200gsm). Salah satu cara mentransfer berkas adalah dengan meletakkan hasil cetakan menghadap permukaan, art paper kemudian diolesi dengan Wintergreen oil di belakang cetakan, kemudian dipress.

AyAt2,,,..


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews